Biaya Shuttle ke pantai Ngobaran dari Rest Area Bulusari sebesar Rp. 400.000,- untuk satu shuttle. Pesan Shuttle di Nomor WA : 085200311103, Waktu tunggu selama 3-4 jam kami juga melayani shuttle dengan tujuan Heha Ocean View, Teras Kaca, Pantai Ngedan, Pantai Wohkudu, Pantai Kesirat, Puncak Segoro, Obelix Sea View. Saat berkunjung secara rombongan dengan Big Bus tentunya akan lebih aman jika menggunakan shuttle bus jika mau mengunjungi pantai Ngobaran, Nguyahan, Ngrenehan, di samping aman juga tidak akan menyebabkan kemacetan parah.
Perkiraan Biaya Rombongan 45 orang ke Pantai Ngobaran & Nguyahan
| Jumlah Penumpang | Shuttle ke- | Harga | Biaya Retribusi | Jumlah |
|---|---|---|---|---|
| 17 Penumpang | Shuttle ke-1 | 400.000 | 85.000 | 485.000 |
| 17 Penumpang | Shuttle ke-2 | 400.000 | 85.000 | 485.000 |
| 17 Penumpang | Shuttle ke-3 | 400.000 | 85.000 | 485.000 |
| 51 Penumpang | 1.200.000 | 255.000 | 1.455.000 |
Pantai Ngobaran Wisata Pantai Murah
Salah satu tempat wisata yang tidak akan pernah bosan untuk di kunjungi yaitu wisata pantai. Pantai Ngobaran menyuguhkan nuansa bali. Sobat dapat berfoto di lokasi pura bagaikan sobat sedang berada di Pulau Bali. Gunakan jasa foto untuk mendapatkan hasil jepretan yang maksimal. Dengan mengeluarkan biaya retribusi per @ Rp. 5000,- sobat sudah bisa mengunjungi empat pantai sekaligus yaitu 1. Pantai Ngobaran, 2. Pantai Nguyahan, 3. Pantai Dadap Ayam, 4. Pantai Ngrenehan.
Jarak Rest Area Bulusari ke Pantai Ngobaran
Pantai Ngobaran berjarak 19,3 km dari Rest Area Bulusari, dengan shuttle bus dapat di tempuh kurang lebih selama 32 Menit, dengan melewati tiga desa yaitu desa Girisekar, Desa Krambilsawit dan Desa Kanigoro. Di perjalanan anda akan disuguhi pemandangan tegalan milik penduduk dan kadang melewati perkampungan. Melewati jalan tanjakan dan turunan merupakan ciri khas pegunungan seribu.
HTM Pantai Ngobaran
Loket Retribusi pantai Ngobaran terletak di dusun Gebang. Tiket masuk per orang sebesar Rp. 5.000,-. Jika sudah puas di pantai Ngobaran sobat bisa pindah ke pantai di sebelah baratnya yaitu pantai Nguyahan, di pantai Nguyahan ini terdapat area pasir putih yang cukup luas, bagi anak-anak bermain di pasir sangat menyenangkan, jangan lewatkan untuk sekaligus mengunjungi pantai Nguyahan.
Lokasi Pantai Ngobaran
Pantai Ngobaran terletak di Padukuhan Gebang, Kalurahan Kanigoro, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul. Dari ibu kota Kabupaten pantai ini berjarak 28 km di tempuh dengankendaraan roda empat selama 40 menit.
Keunikan Pantai Ngobaran
Pantai Ngobaran merupakan pantai yang unik. Pantai dengan nuansa pulau dewata dengan adanya pura dan arca. Berfoto dengan latar belakang arsitektur khas bali maka seakan sobat sedang mengunjungi bali yang merupakan tujuan wisata internasional. Bagi fotografer pantai ngobaran sangat di sukai untuk hunting foto. Hasil jepretan fotografer profesional akan menghasilkan gambar yang sangat unik dan menggambarkan keindahan, Saat berkunjung ke pantai Ngobaran jangan segan untuk menggunakan jasa foto yang ada di sana, sesuaikan dengan budget anda.
Legenda Pantai Ngobaran
Salah satu legenda pantai ngobaran yang sampai saat ini masih di percaya yaitu legenda tentang Prabu Brawijaya V. Pada masa itu dikisahkan bahwa Brawijaya V adalah keturunan terahkir Raja Majapahit (1464 – 1478 masehi), Brawijaya V melarikan diri dari istana bersama dengan kedua istrinya, istri yang pertama bernama Bondan Surati dan istri kedua bernama Dewi Lowati. Kepergian Brawijaya V dari istana bersama dengan kedua istrinya untuk menghindari konflik dengan putranya sendiri yang bernama Raden Patah. Raden Patah merupakan raja pertama di Demak. Brawijaya V beserta kedua istrinya mengembara ke pedalaman dan pesisir selatan.
Setibanya di pantai yang saat ini bernama pantai Ngobaran, Brawijaya V berserta kedua istrinya menemuijalan buntu. Laut selatan yang begitu besar dan ganasnya ombak membuat mereka tidak tahu lagi harus kemana. Saat itu akhirnya Sang Prabu memutuskan diri untuk melakukan bakar diri, namun sebelum masuk ke kobaran api yang sudah disiapkan, Brawijaya V menanyakan sesuatu kepada kedua istrinya . ” Wahai kedua istriku, siapa di antara kalian yang paling besar cintanya padaku ” tanya Sang Prabu. Dewi Lowati menjawab jika cintanya sebesar gunung. Sementara itu Bondan Surati memberikan jawaban yang berbeda, ” Cinta saya kepada Saang Prabu sama seperti kuku hitam, setiap selesai di potong akan tumbuh kembali ” , jawab Bondan Surati kepada sang Prabu Brawijaya V. Makna dari jawaban itu bahwa jika cinta itu hilang, maka akan tumbuh kembali.
Mendengar kedua jawaban tersebut Brawijaya V menganggap bahwa cinta istri kedua nya itu lebig kecil di bandingkan istri pertamanya, maka setelah mengetahui jawaban kedua istrinya tersbut Prabu Brawijaya V menarik tangan Dewi Lowati kemudian masuk ke dalam kobaran api tersebut dan keduannya meninggal dalam kobaran api. Dan peristiwa bakar diri inilah yang menjadi asal muasal penamaan pantai Ngobaran dari kata kobaran.
itulah Legenda penamaan Ngobaran di pantai ini. Namun demikian kebenaran kisah legenda ini masih diragukan karena di yakini Prabu Brawijaya V Moksa (Meninggal dengan jasad ikut menghilang) di Gunung Lawu.
