Silahkan hubungi nomor 085200311103 untuk kebutuhan tentang Makanan, Shuttle Bus, Rumah Makan dan Oleh-oleh serta Tenda Camping, Klik tombol WhatsApp dibawah.

Silahkan hubungi nomor kami untuk kebutuhan tentang Makanan, Shuttle Bus, Rumah Makan dan Oleh-oleh serta Tenda Camping, Klik tombol WhatsApp dibawah.

Rosulan Tradisi  Warisan Leluhur Penuh Makna di Gunungkidul Yogyakarta yang sering di gelar di tiap padusunan di Wilayah Kabupaten Gunungkidul patut kita dukung untuk melestarikan adat-istiadat warisan pendahulu kita. Sobat pembaca blog pantaingedan.com kali ini artikel mengenai budaya akan kita ulas untuk memberikan sedikit pengetahuan bagi kita semua tidak terkecuali bagi pantaingedan.com sendiri.

Kapan Acara Rosulan diadakan

Pelaksanaan acara rosulan dalam tradisi jawa khususnya di Gunungkidul di laksanakan setelah panen dan merupakan bentuk ungkapan rasa syukur  kepada Yang Maha Kuasa terhadap hasil panen yang diperoleh selama satu tahun di samping itu acara ini di lakasanakan untuk memohon keselamatan dan agar dijauhkan dari marabahaya. Perlu diketahui bahwa untuk  waktu pelaksanaan acara rosulan di tiap wilayah tidak sama, namun ada beberapa padusunan memang mengadakan acara rosulan dalam waktu yang bersamaan.

Berbagai Kegiatan dilakukan Dalam Rangka Acara  Rosulan di Wilayah Gunungkidul

Bersih-bersih Dusun

Prosesi rosulan biasanya diawali dengan kegiatan bersih-bersih dusun dalam bentuk kerjabakti membersihkan lingkungan, tua muda, laki-laki dan perempuan bergotong royong membersihkan area jalan-jalan dusun dan terutama area publik.

Ziarah Kubur

Dari petuah nenek moyang juga di anjurkan untuk ziarah kubur dengan membersihkan area kuburan pada leluhur, setelah area pekuburan leluhur bersih mereka memanjatkan do’a agar para leluhur diampuni segala dosa-dosanya dan ditempatkan di tempat yang layak di sisi-Nya.

Tradisi Weh-Weh saat Rosulan

Tradisi weh-weh merupakan tradisi yang menggambarkan bentuk rasa kepedulian untuk memberi dalam bentuk makanan siap saji kepada tetangga, sanak saudara dan terutama kepada saudara yang lebih tua. Tradisi ini bukan merupakan keharusan namun tergantung situasi dan kondisi. Tradisi weh-weh ini kebanyakan dilakukan satu hari sebelum pelaksanaan acara Rosulan.  Saat kegiatan weh-weh ini ada suatu nilai yang diajarkan pada generasi muda bahwa saat mendapatkan rejeki berupa hasil panen sudah sepantasnya membagi rejeki kepada yang lain, dan kebetulan pada kegiatan menjelang acara rosulan yang dibagikan kepada tetangga atau sanak-saudara dalam bentuk makanan siap saji dan itu sudah turun-temurun. Biasanya yang mengantarkan makanan tersebut anak-anak yang menjelang remaja, itu bagi keluarga sedang mempunyai anak remaja.

Pentas Seni dalam Rangka Mengisi Acara Rosulan

Tiap-tiap dusun yang mempunyai anggaran untuk menyelenggarakan pentas seni sudah pasti mengadakan pertunjukan baik itu Wayang, Jathilan, Reog, Karawitan,  dan lain sebagainya. Pelaksanaan pentas seni ini biasanya dimusyawahkan dahulu oleh semua warga padusunan di pertemuan-pertemuan tingkat dusun jauh-jauh hari sebelum acara rosulan digelar.

Kegiatan Olahraga Untuk Memeriahkan Acara Rosulan

Sudah menjadi hal yang umum jika saat acara rosulan diadakan terdapat kegiatan olahraga untuk menambah semarak acara rosulan. Baik itu olahraga bola voly maupun sepakbola, namun menggingat terkendala prasarana untuk kegiatan olahraga kebanyakan mengagendakan pertandingan bola voly untuk menyemarakan acara rosulan, hal ini karena untuk lapangan voly rata-rata di tiap dusun di wilayah Gunungkidul mempunyai lapangan voly.  Dengan mendatangkan lawan sparing dari wilayah lain akan lebih ramai dan menambah semangat serta mempererat persaudaraan.

Puncak Acara Rosulan

Pada saat hari dilaksanakannya rosulan diadakan kenduri bersama baik itu di balai Padusunan atau di rumah pemangku adat atau di rumah ketua rukun tetangga, semua warga hadir untuk menyambut meriahnya acara rosulan terlebih lagi jika acara kenduri rosulan berpusat di balai padusunan maka akan lebih meriah karena sudah barang tentu warga yang berkumpul juga banyak sehingga akan menambah meriahnya acara rosulan.

Nilai-nilai Yang Dipetik Dari Acara Rosulan

Memupuk Kegotong royongan

Pelaksanaan acara rosulan di tingkat padusunan dapat berjalan dengan sukses jika didukung oleh seluruh warga baik dengan fikiran maupun tenaga.

Mewujudkan Keharmonisan Dalam Masyarakat

Peran serta seluruh warga sangat dibutuhkan untuk menyukseskan acara rosulan sehingga dengan semakin harmonisnya dalam bermasyarakat maka segala kegiatan akan terasa lebih ringan jika dilakukan secara bersama-sama.

Menumbuhkan Rasa Kekeluargaan

Waktu  pelaksanaan puncak acara rosulan biasanya dimeriahkan dengan arak-arakan warga dengan berbagai seragam tradisinal maupun seragam khusus, dengan membawa berbagai jenis makanan dan salah satu ikon dalam tradisi rosulan yaitu “Ingkung”, masing-masing warga diberikan peran yang berbeda-beda sehingga hal ini akan menimbulkan rasa bahwa kita semua adalah bagaikan dalam satu keluarga.

Menciptakan Kekompakan

Setiap acara yang digelar dalam acara rosulan baik itu pentas seni maupun pertandingan olahraga dibutuhkan kekompakan di masing-masing ketugasan yang telah diberikan baik itu di seksi konsumsi, seksi kesenian, seksi prasarana maupun seksi humas dan seksi-seksi lain yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan.

Menumbuhkan Jiwa Menghargai Warisan Leluhur

Banyak nilai positif yang dapat dipetik dari acara rosulan untuk generasi penerus salah satunya yaitu menghargai tradisi leluhur yang patut dilestarikan untuk menciptakan generasi yang beradat ketimuran.

Kegiatan Acara Rosulan

Rosulan Tradisi Warisan Leluhur Penuh Makna di Gunungkidul Yogyakarta

Rosulan Tradisi Warisan Leluhur Penuh Makna di Gunungkidul Yogyakarta
Rosulan Tradisi Warisan Leluhur Penuh Makna di Gunungkidul Yogyakarta

Bagikan: