Tanda-tanda Tsunami yang perlu diperhatikan. Kata Tsunami sudah sangat sering kita dengar dan kita baca dari media sosial. Pemicu terjadinya Tsunami dari berbagai hal diantaranya Gempa bumi bawah laut, Erupsi gunung berapi bawah laut, Longsor bawah laut, hantaman meteor yang jatuh di perairan dan karena perbuatan manusia berupa ledakan nuklir di lautan. Tanda-tanda peringatan dari alam yang terjadi sebelum Tsunami menerjang pesisir atau pantai.
Tanda-tanda Tsunami : Suara ombak yang tak biasa dan Tanah bergetar
Jika gempa bumi yang berpusat di dalam laut atau karena ada longsoran besar maka akan terjadi underwater disturbance/Gangguan bawah laut, pada kedalaman tertentu dan dengan kekuatan tertentu maka akan memicu terjadinya Tsunami. Peringatan bagi anda yang sedang berada di tepi pantai jika merasakan tanah bergetar dan mendengar suara gemuruh ombak yang tak biasa untuk dengan segera mencari tempat yang tinggi dan hindari lembah atau aliran suangai. Suara ombak dapat digambarkan seperti suara kereta atau suara pesawat jet, suara tersebut terdengar keras.
Tanda-tanda Tsunami : Air Laut tiba-tiba Surut
Dari para ahli melaporkan jika Tsunami yang mulai mendekat didahului dengan surutnya air laut dengan tiba-tiba. Peristiwa ini terjadi karena adanya gerakan naik atau turun dari patahan lempeng besar yang terdapat di dalam laut. Jika tanda air surut dengan tiba-tiba maka segeralah berlari atau menggunakan kendaraan untuk mencari tempat yang tinggi.
Tanda-tanda Tsunami : Binatang banyak berpindah tempat
Sudah tidak dipungkiri bawha alam memberikan tanda-tanda jika akan terjadi sesuatu yang diluar kebiasaaan. Binatang dipercaya lebih mempunyai indra keenam. Jika dipantai maka burung-burung atau kelelawar yang ada di gua-gua sekitar pantai akan berpindah tempat karena binatang dapat merasakan perubahan elektromagnetik.
Jika Tsunami menerjang maka tindakan yang bisa dilakukan adalah Menjauhi daerah pantai dan mencari dataran yang lebih tinggi dan jika naik ke bangunan maka carilah bangunan yang kokoh yang sekiranya tidak akan roboh diterjang Tsunami. Dan yang kedua untuk menjauhi sungai karena Tsunami dapat bergulir melewati sungai atau aliran lain yang terhubung ke laut.
Tanda-tanda Tsunami bisa saja terjadi tetapi kapan akan terjadinya tidak ada yang bisa memprediksi hal itu. Yang menjadi konsen dan pengetahuan kita adalah apa yang mesti kita lakukan jika Tsunami terjadi. Dengan mengerti tindakan apa yang mesti kita lakukan jika terjadi Tsunami maka akan mengurangi korban jiwa.
Saat berlibur di pantai terjadi Tsunami, Harus bagaimana bagi pengunjung pantai ?
Bisa saja gelombang besar terjadi walaupun tidak ada tanda-tanda gempa bumi. Pengunjung dari bukan warga sekitar yang sangat rentan saat terjadi bencana di tempat wisata pantai. Mengapa demikian ? Karena mereka tidak faham dengan situasi dan kodisi di sekitar pantai. Pengunjung dari jauh juga tidak dapat memahami peringatan bencana di pantai tersebut. Pengunjung ada kecenderungan tidak tau apa yang harus dilakukan ketika bencana tsunami terjadi.
Tindakan apa saja yang harus dilakukan ketika bencana tsunami terjadi :
- Cari dataran yang lebih tinggi dari permukaan air laut
- Ketika bencana terjadi dan dalam situasi di kendaraan maka sesegera mungkin keluar dari kendaraan dan mencari tempat setinggi mungkin.
- Saat Tsunami menerjang dan anda di perahu maka hadapkan ke arah datangnya ombak dan mengarah ke tengah laut.
- Setelah Tsunami terjadi jauhi tempat-tempat yang mengalami kerusakan
- Cari informasi mengenai cuaca sebelum berkunjung ke pantai.
- Kenali dan pahami rambu-rambu di sekitar pantai.
Pantai berpasir putih di wilayah Saptosari yang sering dikunjungi wisatawan di antaranya pantai Ngedan, Pantai Butuh, Pantai Ngobaran, Pantai Nguyahan, pantai Widodaren, pantai Butuh.
